Bismillah. Alhamdulillah. Wa shallallahu 'ala Nabiyyina Muhammdin wa 'ala aalihi wa shahbihi ajma'iin. Wa ba'du.
Tukang ramal adalah orang yang mengaku mengetahui tentang ilmu ghoib, dan para ulama menyebutnya dengan istilah dukun, ahli nujum, dan yang semisal dengan itu.
Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
من أتى عرافا، فسأله عن شيء فصدقه، لم تقبل له صلاة أربعين يوما
"Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal (dukun), lalu ia bertanya kepadanya tentang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama empat puluh malam." (HR. Muslim, no.2230 dalam Kitabut Tauhid).
Hadits ini merupakan peringatan keras dari mendatangi dukun dan tukang ramal, paramormal, ahli nujum dan yang semisal dengan mereka.
Ancaman pada hadits di atas terkait (1) mendatangi tukang ramal alias dukun, (2) bertanya kepadanya
Apapun kabar dari sang dukun, yang bertanya kepadanya membenarkan atau meragukannya sama saja, ancamannya adalah tidak akan diterima sholatnya selama 40 hari. Dalam riwayat lain tidak akan diterima sholatnya selama 40 malam, ini keadaan orang yang bertanya.
Syaikh Hasan Alu Syaikh mengatakan:
قوله: (لم تقبل له صلاة) إذا كانت هذه حال السائل، فكيف بالمسؤول؟
قال النووي وغيره: معناه أنه لا ثواب له فيها، وإن كانت مجزئة بسقوط الفرض عنه. ولا بد من هذا التأويل في هذا الحديث؛ فإن العلماء متفقون على أنه لا يلزم من أتى العراف إعادة صلاة أربعين ليلة. انتهى ملخصا
وفي الحديث: النهي عن إتيان الكاهن ونحوه
قال القرطبي: يجب على من قدر على ذلك من محتسب وغيره أن يقيم من يتعاطى شيئا من ذلك من الأسواق، وينكر عليهم أشد النكير، وعلى من يجيء إليهم، ولا يغتر بصدقهم في بعض الأمور، ولا بكثرة من يجيء إليهم ممن ينتسب إلى العلم؛ فإنهم غير راسخين في العلم، بل من الجهال بما في إتيانهم من المحذور
"Sabda Nabi: ((Tidak diterima shalatnya)) jika ini adalah keadaan orang yang bertanya, lalu bagaimana dengan keadaan orang yang ditanya (si peramal)?!
Imam an-Nawawi dan yang lainnya berkata: Maknanya adalah tidak ada pahala baginya dalam sholat tersebut, meskipun sholatnya tetap sah sehingga gugur kewajibannya. Penakwilan ini harus dilakukan pada hadis ini; karena para ulama sepakat bahwa orang yang mendatangi tukang ramal tidak diwajibkan mengulangi sholat selama empat puluh malam. Selesai secara ringkas.
Di dalam hadits ini, terdapat larangan mendatangi dukun dan yang sejenisnya.
Al-Qurtubi berkata: 'Wajib bagi orang yang mampu untuk mengusir siapa saja yang mempraktikkan hal tersebut di pasar-pasar, serta mengingkari mereka dengan pengingkaran yang keras. Adapun bagi orang yang datang kepada mereka, janganlah tertipu dengan kebenaran ucapan mereka dalam beberapa hal, dan jangan pula tertipu oleh banyaknya orang yang mendatangi mereka dari kalangan yang menisbatkan diri pada ilmu; karena mereka sebenarnya tidak mendalam ilmunya, bahkan termasuk orang-orang jahil tentang bahaya yang ada dalam mendatangi para peramal tersebut.'" (Fathul Majid Syarh Kitaab at-Tauhiid, hlm.267).
Makna Tukang Ramal
Imam Al-Baghawi mengatakan:
العراف : الذي يدعي معرفة الأمور بمقدمات يستدل بها على المسروق ومكان الضالة ، ونحو ذلك
وقيل : هو الكاهن . والكاهن : هو الذي يخبر عن المغيبات في المستقبل
وقيل : الذي يخبر عما في الضمير
وقال أبو العباس ابن تيمية : العراف : اسم للكاهن والمنجم والرمال ونحوهم ممن يتكلم في معرفة الأمور بهذه الطرق
Al-Arraf (tukang ramal) adalah orang yang mengaku mengetahui perkara-perkara ghoib melalui indikasi-indikasi yang digunakan untuk menunjukkan barang yang dicuri, tempat barang yang hilang, dan sejenisnya.
Pendapat lain: Al-Arraf adalah dukun. Sedangkan dukun adalah orang yang memberitahukan tentang hal-hal ghoib di masa depan.
Pendapat yang lain juga: (Tukang ramal) adalah orang yang memberitahukan tentang apa yang ada di dalam hati.
Berkata Abu Al-Abbas Ibnu Taimiyah: Al-Arraf adalah sebutan yang mencakup dukun, ahli nujum, peramal, dan yang sejenis dengan mereka, dari orang-orang yang mengaku mengetahui tentang hal-hal ghoib melalui cara-cara ini." (Fathul Majiid, hlm.269-270).
Faedah:
1. Peringatan keras mendatangi tukang ramal, dukun dan yang semisalnya dan bertanya kepadanya
2. Kabar dari tukang ramal, dukun tidak boleh dipercaya. Seandainya yang datang kepada mereka ragu tentang kabar dari mereka, hukunya sama saja, ancamannya tidak diterima sholatnya selama 40 hari.
3. Makna Al-'Arraf adalah tukang ramal atau dukun yaitu orang yang mengaku tahu tentang perkara-perkara ghoib, bahkan mampu menunjukkan lokasi barang yang dicuri, tempat barang yang hilang, dll padahal dusta.
4. Dukun dan tukang ramal adalah pendusta, karena tidak ada yang tahu tentang perkara ghoib kecuali Allah Ta'ala sebagaimana firman-Nya:
وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍۢ فِى ظُلُمَـٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍۢ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَـٰبٍۢ مُّبِينٍۢ
Artinya : "Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)." (QS. Al-An'am : 59)
5. Meramal termasuk perkara syirik dan dosa besar, karena mereka menyekutukan Allah dalam hal mengaku tahu tentang perkara-perkara ghoib
6. Pentingnya mempelajari ilmu tauhid dan mendakwahkannya
***
Grand Sahara-Purwodadi-Sidayu-Gresik, 13 Rabiul Awwal 1448 H / 26 Agustus 2026
Penulis : Abu Dawud ad-Dumbuwiyy
Artikel : Meciangi-d.blogspot.com
Related Posts: